• Iklan
  • Policy
  • Shop
  • Podcast
  • Login
Upgrade
Media Data
Thursday, June 11, 2026
  • Home
  • Bisnis
  • Dunia
    • All
    • Info Grafis
    Harga Emas Antam Melonjak Lagi, Tembus Rp2,84 Juta per Gram pada 7 Mei 2026

    Harga Emas Antam Melonjak Lagi, Tembus Rp2,84 Juta per Gram pada 7 Mei 2026

    Bank Raya, AGRO, Bank Raya 2026, bisnis digital bank, kredit digital Bank Raya, laba Bank Raya, bank digital Indonesia, kinerja Bank Raya kuartal I 2026,

    Transformasi Digital Berbuah Manis, Bank Raya Catat Kinerja Positif pada Kuartal I 2026

    Subsidi Motor Listrik Rp5 Juta Mulai Juni 2026, Pemerintah Siapkan 100 Ribu Unit Awal

    Subsidi Motor Listrik Rp5 Juta Mulai Juni 2026, Pemerintah Siapkan 100 Ribu Unit Awal

    Adira Finance Catat Laba Rp484 Miliar, Didorong Efisiensi dan Kualitas Aset

    Adira Finance Catat Laba Rp484 Miliar, Didorong Efisiensi dan Kualitas Aset

    Subsidi Motor Listrik Diminta Tak Sekadar Dongkrak Penjualan, Industri Dalam Negeri Harus Diperkuat

    Subsidi Motor Listrik Diminta Tak Sekadar Dongkrak Penjualan, Industri Dalam Negeri Harus Diperkuat

    Prestasi Global Garuda Indonesia, Jadi Wakil Tunggal RI di Peringkat Dunia

    Prestasi Global Garuda Indonesia, Jadi Wakil Tunggal RI di Peringkat Dunia

    Minyak Mentah Rusia Segera Masuk RI, Bahlil Pastikan Stok Energi Aman di Tengah Geopolitik Global

    Minyak Mentah Rusia Segera Masuk RI, Bahlil Pastikan Stok Energi Aman di Tengah Geopolitik Global

    Waspada! Modus Penipuan 'Paket Hilang' Sasar Pengguna E-commerce, Begini Cara Kerjanya

    Waspada! Modus Penipuan ‘Paket Hilang’ Sasar Pengguna E-commerce, Begini Cara Kerjanya

    Ilustrasi harga emas

    Permintaan Stabil, Harga Emas Diproyeksi Bergerak Moderat Sepanjang 2026

  • EkonomiHijau
  • Investasi
    Desember Ceria? IHSG Dibayangi Peluang "Window Dressing", Cek Deretan Saham Jagoan Analis

    Wall Street “Ngerem” Mendadak, Saham Teknologi Jadi Korban Aksi Ambil Untung

    Ilustrasi IHSG

    IHSG Jeda Siang: Parkir di 8.678, ‘Big Banks’ Masih Jadi Primadona di Tengah Merahnya Asia

    Ilustrasi IHSG

    Reli Akhir Pekan: IHSG Siap Tembus Resisten Baru, Cek Menu Saham Pilihan Hari Ini

    Desember Ceria? IHSG Dibayangi Peluang "Window Dressing", Cek Deretan Saham Jagoan Analis

    Desember Ceria? IHSG Dibayangi Peluang “Window Dressing”, Cek Deretan Saham Jagoan Analis

    Ilustrasi Bak BRI

    Saham ANTM dan BMRI Alami Net Sell Asing Terbesar Pekan Ini

    Flatlay of an iPad displaying stock market graph on a wooden desk with a pencil and paper.

    IHSG Tertahan di Level 8.370 pada Jumat (14/11), NCKL, SCMA, KLBF Jadi Top Losers LQ45

    Ilustrasi Pertumbuhan IHSG

    IHSG Menguat Tipis ke 8.398 Pagi Ini (13/11), PGAS, BRPT, DSSA Jadi Top Gainers LQ45

    stock trading, investing, stock market, forex, finance, money, crypto, bitcoin, shiba, station, stock market, stock market, stock market, stock market, stock market, forex, forex, forex, crypto, crypto

    IHSG Melonjak ke 8.447 pada Awal Sesi Senin (11/11), MBMA, BUMI, TLKM Jadi Pemimpin Penguatan

    Ilustrasi Wallstreet

    IHSG Dibuka Naik ke Level 8.447 pada Senin (10/11), Didukung Sentimen Akhir Shutdown AS

    Trending Tags

    • Saham
    • saham blue chip
    • Harga Saham
    • investasi saham
    • investor saham bank
  • Opini
  • Tech AIHot
  • Nasional
    Dilema Moratorium: Mengapa Pemerintah Daerah Tak Kunjung Berhenti Merekrut Tenaga Honorer?

    Dilema Moratorium: Mengapa Pemerintah Daerah Tak Kunjung Berhenti Merekrut Tenaga Honorer?

    Menkeu Purbaya Ungkap Dana Pemerintah “Ngendon” di Deposito hingga Rp 285,6 Triliun

    Berangkat Haji Mei 2026, Menkeu Purbaya Doa untuk Ekonomi Nasional

    Harga BBM Non-Subsidi Pertamina Naik per 4 Mei 2026, Pertamina Dex Tembus Rp27.900 per Liter

    Harga BBM Non-Subsidi Pertamina Naik per 4 Mei 2026, Pertamina Dex Tembus Rp27.900 per Liter

    Subsidi Motor Listrik Diminta Tak Sekadar Dongkrak Penjualan, Industri Dalam Negeri Harus Diperkuat

    Subsidi Motor Listrik Diminta Tak Sekadar Dongkrak Penjualan, Industri Dalam Negeri Harus Diperkuat

    Prestasi Global Garuda Indonesia, Jadi Wakil Tunggal RI di Peringkat Dunia

    Prestasi Global Garuda Indonesia, Jadi Wakil Tunggal RI di Peringkat Dunia

    Minyak Mentah Rusia Segera Masuk RI, Bahlil Pastikan Stok Energi Aman di Tengah Geopolitik Global

    Minyak Mentah Rusia Segera Masuk RI, Bahlil Pastikan Stok Energi Aman di Tengah Geopolitik Global

    ASEAN Kompak Jaga Pasokan Energi di Tengah Ketegangan Iran-AS

    ASEAN Kompak Jaga Pasokan Energi di Tengah Ketegangan Iran-AS

    BGN Ajak Kampus Kelola Dapur Makan Bergizi Gratis: Jadi Laboratorium Hidup dan Penyerap Produk Lokal

    BGN Ajak Kampus Kelola Dapur Makan Bergizi Gratis: Jadi Laboratorium Hidup dan Penyerap Produk Lokal

    Pengasuhan anak di luar negeri, Pixels

    Aturan Daycare di Negara Maju Jadi Sorotan, Indonesia Didorong Perkuat Standar

    Trending Tags

    • ekonomi
    • Ekonomi Syari'ah
    • indikator ekonomi
    • ekonomi indonesia
    • perekonomian indonesia
No Result
View All Result
  • Home
  • Bisnis
  • Dunia
    • All
    • Info Grafis
    Harga Emas Antam Melonjak Lagi, Tembus Rp2,84 Juta per Gram pada 7 Mei 2026

    Harga Emas Antam Melonjak Lagi, Tembus Rp2,84 Juta per Gram pada 7 Mei 2026

    Bank Raya, AGRO, Bank Raya 2026, bisnis digital bank, kredit digital Bank Raya, laba Bank Raya, bank digital Indonesia, kinerja Bank Raya kuartal I 2026,

    Transformasi Digital Berbuah Manis, Bank Raya Catat Kinerja Positif pada Kuartal I 2026

    Subsidi Motor Listrik Rp5 Juta Mulai Juni 2026, Pemerintah Siapkan 100 Ribu Unit Awal

    Subsidi Motor Listrik Rp5 Juta Mulai Juni 2026, Pemerintah Siapkan 100 Ribu Unit Awal

    Adira Finance Catat Laba Rp484 Miliar, Didorong Efisiensi dan Kualitas Aset

    Adira Finance Catat Laba Rp484 Miliar, Didorong Efisiensi dan Kualitas Aset

    Subsidi Motor Listrik Diminta Tak Sekadar Dongkrak Penjualan, Industri Dalam Negeri Harus Diperkuat

    Subsidi Motor Listrik Diminta Tak Sekadar Dongkrak Penjualan, Industri Dalam Negeri Harus Diperkuat

    Prestasi Global Garuda Indonesia, Jadi Wakil Tunggal RI di Peringkat Dunia

    Prestasi Global Garuda Indonesia, Jadi Wakil Tunggal RI di Peringkat Dunia

    Minyak Mentah Rusia Segera Masuk RI, Bahlil Pastikan Stok Energi Aman di Tengah Geopolitik Global

    Minyak Mentah Rusia Segera Masuk RI, Bahlil Pastikan Stok Energi Aman di Tengah Geopolitik Global

    Waspada! Modus Penipuan 'Paket Hilang' Sasar Pengguna E-commerce, Begini Cara Kerjanya

    Waspada! Modus Penipuan ‘Paket Hilang’ Sasar Pengguna E-commerce, Begini Cara Kerjanya

    Ilustrasi harga emas

    Permintaan Stabil, Harga Emas Diproyeksi Bergerak Moderat Sepanjang 2026

  • EkonomiHijau
  • Investasi
    Desember Ceria? IHSG Dibayangi Peluang "Window Dressing", Cek Deretan Saham Jagoan Analis

    Wall Street “Ngerem” Mendadak, Saham Teknologi Jadi Korban Aksi Ambil Untung

    Ilustrasi IHSG

    IHSG Jeda Siang: Parkir di 8.678, ‘Big Banks’ Masih Jadi Primadona di Tengah Merahnya Asia

    Ilustrasi IHSG

    Reli Akhir Pekan: IHSG Siap Tembus Resisten Baru, Cek Menu Saham Pilihan Hari Ini

    Desember Ceria? IHSG Dibayangi Peluang "Window Dressing", Cek Deretan Saham Jagoan Analis

    Desember Ceria? IHSG Dibayangi Peluang “Window Dressing”, Cek Deretan Saham Jagoan Analis

    Ilustrasi Bak BRI

    Saham ANTM dan BMRI Alami Net Sell Asing Terbesar Pekan Ini

    Flatlay of an iPad displaying stock market graph on a wooden desk with a pencil and paper.

    IHSG Tertahan di Level 8.370 pada Jumat (14/11), NCKL, SCMA, KLBF Jadi Top Losers LQ45

    Ilustrasi Pertumbuhan IHSG

    IHSG Menguat Tipis ke 8.398 Pagi Ini (13/11), PGAS, BRPT, DSSA Jadi Top Gainers LQ45

    stock trading, investing, stock market, forex, finance, money, crypto, bitcoin, shiba, station, stock market, stock market, stock market, stock market, stock market, forex, forex, forex, crypto, crypto

    IHSG Melonjak ke 8.447 pada Awal Sesi Senin (11/11), MBMA, BUMI, TLKM Jadi Pemimpin Penguatan

    Ilustrasi Wallstreet

    IHSG Dibuka Naik ke Level 8.447 pada Senin (10/11), Didukung Sentimen Akhir Shutdown AS

    Trending Tags

    • Saham
    • saham blue chip
    • Harga Saham
    • investasi saham
    • investor saham bank
  • Opini
  • Tech AIHot
  • Nasional
    Dilema Moratorium: Mengapa Pemerintah Daerah Tak Kunjung Berhenti Merekrut Tenaga Honorer?

    Dilema Moratorium: Mengapa Pemerintah Daerah Tak Kunjung Berhenti Merekrut Tenaga Honorer?

    Menkeu Purbaya Ungkap Dana Pemerintah “Ngendon” di Deposito hingga Rp 285,6 Triliun

    Berangkat Haji Mei 2026, Menkeu Purbaya Doa untuk Ekonomi Nasional

    Harga BBM Non-Subsidi Pertamina Naik per 4 Mei 2026, Pertamina Dex Tembus Rp27.900 per Liter

    Harga BBM Non-Subsidi Pertamina Naik per 4 Mei 2026, Pertamina Dex Tembus Rp27.900 per Liter

    Subsidi Motor Listrik Diminta Tak Sekadar Dongkrak Penjualan, Industri Dalam Negeri Harus Diperkuat

    Subsidi Motor Listrik Diminta Tak Sekadar Dongkrak Penjualan, Industri Dalam Negeri Harus Diperkuat

    Prestasi Global Garuda Indonesia, Jadi Wakil Tunggal RI di Peringkat Dunia

    Prestasi Global Garuda Indonesia, Jadi Wakil Tunggal RI di Peringkat Dunia

    Minyak Mentah Rusia Segera Masuk RI, Bahlil Pastikan Stok Energi Aman di Tengah Geopolitik Global

    Minyak Mentah Rusia Segera Masuk RI, Bahlil Pastikan Stok Energi Aman di Tengah Geopolitik Global

    ASEAN Kompak Jaga Pasokan Energi di Tengah Ketegangan Iran-AS

    ASEAN Kompak Jaga Pasokan Energi di Tengah Ketegangan Iran-AS

    BGN Ajak Kampus Kelola Dapur Makan Bergizi Gratis: Jadi Laboratorium Hidup dan Penyerap Produk Lokal

    BGN Ajak Kampus Kelola Dapur Makan Bergizi Gratis: Jadi Laboratorium Hidup dan Penyerap Produk Lokal

    Pengasuhan anak di luar negeri, Pixels

    Aturan Daycare di Negara Maju Jadi Sorotan, Indonesia Didorong Perkuat Standar

    Trending Tags

    • ekonomi
    • Ekonomi Syari'ah
    • indikator ekonomi
    • ekonomi indonesia
    • perekonomian indonesia
No Result
View All Result
Media Data
No Result
View All Result
Home Opini

Disrupsi Pola Asuh: Bayang-Bayang Algoritma pada Tumbuh Kembang Anak

Redaksi by Redaksi
June 11, 2026
in Opini, The Dialogue
0
Donate
0
Disrupsi Pola Asuh: Bayang-Bayang Algoritma pada Tumbuh Kembang Anak
557
SHARES
1.1k
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterRingkasan

Oleh: Tgk. Faisal Kuba*

Suatu malam, di sebuah rumah yang terang oleh lampu namun redup oleh percakapan, seorang ayah memanggil anaknya untuk makan malam. Panggilan itu terdengar, tetapi tidak segera dijawab. Sang anak sedang menunduk menatap layar kecil di tangannya. Jarinya bergerak cepat, matanya terpaku, pikirannya berkelana entah ke mana. Di hadapannya tersaji ribuan wajah yang tidak dikenalnya, jutaan kata yang tidak pernah dimintanya, dan berbagai nilai yang tidak pernah diajarkan oleh keluarganya.

Pemandangan seperti itu bukan lagi sesuatu yang istimewa. Ia telah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari kita. Di ruang tamu, di kamar tidur, di ruang tunggu, bahkan di meja makan, layar handphone atau apapun merek gadget itu telah menjadi teman yang paling setia. Ia tidak pernah tidur, tidak pernah lelah, dan selalu siap menemani. Namun di balik kesetiaannya itu, ada sebuah pertanyaan yang jarang kita ajukan: siapakah sebenarnya yang sedang mendidik anak-anak kita?

Selama berabad-abad, manusia memahami bahwa pendidikan bermula dari keluarga. Seorang anak belajar berbicara dari ibunya, belajar tanggung jawab dari ayahnya, belajar sopan santun dari lingkungan sekitarnya, dan belajar nilai-nilai kehidupan dari guru-gurunya. Pendidikan bukan sekadar proses mengisi kepala dengan pengetahuan, melainkan proses membentuk jiwa dengan keteladanan.

Karena itu, Al-Qur’an mengingatkan, “Wahai orang-orang yang beriman, jagalah dirimu dan keluargamu dari api neraka.” Ayat ini mengandung pesan yang jauh melampaui urusan materi. Menjaga keluarga berarti menjaga iman, akhlak, dan arah kehidupan mereka. Rumah bukan sekadar tempat berteduh, melainkan madrasah pertama tempat karakter dibentuk.

Namun hari ini, perlahan-lahan, sebagian peran itu hilang dan berpindah tangan.

ADVERTISEMENT

Bukan kepada guru yang lebih bijaksana. Bukan pula kepada orang tua yang lebih berpengalaman. Melainkan kepada sesuatu yang bahkan tidak memiliki hati: Algoritma.

Algoritma adalah mesin yang mengatur apa yang kita lihat, apa yang kita dengar, dan apa yang terus muncul di hadapan kita ketika berselancar di dunia digital. Ia bekerja dengan sangat cerdas. Ia mempelajari kebiasaan manusia, membaca kecenderungannya, lalu menyajikan konten yang membuatnya bertahan selama mungkin di depan layar.

Masalahnya, algoritma tidak mengenal adab.

Ia tidak tahu mana yang bermartabat dan mana yang memalukan; Ia tidak memahami batas antara kebebasan dan kebejatan. Ia tidak mengenal rasa malu, kehormatan keluarga, ataupun keberkahan hidup. Yang ia pahami hanyalah satu hal: perhatian.

Karena itu, apa yang paling memancing perhatian akan lebih sering dimunculkan. Sensasi mengalahkan substansi. Keributan mengalahkan kebijaksanaan. Kemarahan mengalahkan kesabaran. Pamer kemewahan mengalahkan kesederhanaan. Bahkan sering kali keburukan lebih cepat menjadi tontonan daripada kebaikan.

Di sinilah persoalan besar zaman kita bermula.

Banyak orang tua masih merasa bahwa mereka sedang membesarkan anak-anaknya. Banyak guru masih yakin bahwa mereka sedang mendidik murid-muridnya. Namun tanpa disadari, ada “guru lain” yang bekerja dua puluh empat jam sehari, tanpa libur, tanpa henti, dan masuk ke dalam kamar-kamar pribadi tanpa perlu mengetuk pintu.

Guru itu bernama algoritma.

Ia menemani anak-anak sebelum tidur dan menyambut mereka ketika bangun pagi. Ia berbicara lebih sering daripada ayah dan ibu. Ia hadir lebih lama daripada guru di sekolah. Ia menjadi sumber hiburan, sumber informasi, bahkan perlahan menjadi sumber nilai.

Padahal masyarakat Aceh telah lama mewariskan sebuah falsafah pendidikan yang sederhana, dijadikan syair dan bahkan dinyanyikan saat anak kecil dinina-bobokan oleh orangtuanya, pesan yang sangat dalam maknanya:

Poma dengon ayah, keu lhee dengon guree, ureung nyan ban lhee meubek ta dhot-dhot, menyoe na salah, meuah talakee peu-meuyub ulee ta com bak teuot.

Ibu, ayah, dan guru adalah orang-orang yang harus dihormati. Jika bersalah kepada mereka, segeralah meminta maaf sebelum penyesalan datang kemudian.

Di balik ungkapan yang sederhana ini tersimpan pandangan hidup yang agung. Orang Aceh tidak meletakkan pendidikan hanya pada bangunan sekolah, tetapi pada hubungan yang sakral antara anak, orang tua, dan guru. Ketiganya adalah pilar yang membentuk akhlak dan kepribadian manusia.

Pertanyaannya, bagaimana nasib falsafah itu ketika sebagian besar waktu anak-anak dihabiskan bersama layar? Kepada siapa mereka belajar hormat ketika figur yang paling sering hadir di hadapan mereka bukan lagi ayah, ibu, dan guru, melainkan wajah-wajah asing yang muncul silih berganti melalui algoritma? Kepada siapa mereka belajar rendah hati ketika budaya digital lebih sering mengajarkan pembenaran diri daripada keberanian mengakui kesalahan?

Rasulullah SAW pernah mengingatkan bahwa setiap anak dilahirkan dalam keadaan fitrah, lalu lingkunganlah yang membentuk arah kehidupannya. Hadis ini menjadi semakin relevan pada zaman sekarang. Jika dahulu lingkungan itu adalah rumah, surau, dayah, sekolah, dan masyarakat sekitar, maka hari ini lingkungan itu telah meluas hingga masuk ke dalam genggaman tangan.

Inilah wajah baru liberalisasi informasi.

Di satu sisi, ia menghadirkan manfaat yang luar biasa. Pengetahuan dapat diakses dalam hitungan detik. Jarak menjadi tidak berarti. Kesempatan belajar terbuka lebih luas daripada sebelumnya. Namun di sisi lain, arus informasi yang tidak terkendali juga membawa nilai-nilai yang tidak selalu sejalan dengan agama, budaya, dan moralitas masyarakat.

Masalah terbesar bukanlah karena informasi terlalu banyak. Masalah terbesar adalah karena kebijaksanaan tidak tumbuh secepat informasi.

Kita hidup pada zaman ketika manusia dapat mengetahui hampir segala sesuatu, tetapi semakin kesulitan memahami mana yang pantas dan mana yang tidak. Kita memiliki akses kepada jutaan data, tetapi mengalami kelangkaan hikmah.

Para ulama sejak dahulu telah mengingatkan hal ini.

لَيْسَ الْعِلْمُ بِكَثْرَةِ الرِّوَايَةِ، وَلَكِنَّ الْعِلْمَ نُورٌ يَقْذِفُهُ اللهُ فِي الْقَلْبِ

“Ilmu bukanlah banyaknya riwayat dan informasi, melainkan cahaya yang Allah lemparkan ke dalam hati.”

Kalimat itu terasa begitu relevan pada zaman ketika manusia mampu menyimpan ribuan buku di dalam satu perangkat, tetapi sering kehilangan kemampuan membedakan yang benar dan yang salah.

Dalam tradisi Islam, ilmu tidak pernah dipisahkan dari adab. Bahkan para ulama sering kali menempatkan adab sebelum ilmu.

نحْنُ إِلَى قَلِيلٍ مِنَ الْأَدَبِ أَحْوَجُ مِنَّا إِلَى كَثِيرٍ مِنَ الْعِلْمِ

“Kita lebih membutuhkan sedikit adab daripada banyak ilmu.”

Betapa tajamnya nasihat ini untuk zaman kita. Anak-anak hari ini mungkin mengetahui teknologi yang tidak dipahami orang tuanya. Mereka mampu menjelajahi dunia melalui layar kecil di genggaman tangan. Namun semua itu dapat kehilangan keberkahannya ketika tidak diiringi dengan adab, tanggung jawab, dan kesadaran moral.

Sebab algoritma mampu menyampaikan informasi, tetapi tidak mampu menjadi teladan. Ia dapat menunjukkan jalan, tetapi tidak dapat membimbing hati. Ia dapat menjawab pertanyaan, tetapi tidak dapat menanamkan hikmah. Ia mampu menghubungkan manusia dengan seluruh dunia, tetapi tidak mampu menghubungkan manusia dengan nuraninya.

Namun demikian, kegelisahan terhadap pengaruh teknologi tidak boleh membuat kita terjebak dalam romantisme masa lalu. Kita tidak mungkin membesarkan anak-anak abad ke-21 dengan cara berpikir abad sebelumnya.

Sebuah hikmah yang masyhur dari Ali bin Abi Thalib mengingatkan:

لَا تَقْسِرُوا أَوْلَادَكُمْ عَلَى آدَابِكُمْ، فَإِنَّهُمْ مَخْلُوقُونَ لِزَمَانٍ غَيْرِ زَمَانِكُمْ

“Janganlah kalian memaksa anak-anak kalian mengikuti seluruh adat dan kebiasaan kalian, karena mereka diciptakan untuk zaman yang berbeda dari zaman kalian.”

Hikmah ini tidak mengajarkan kita untuk menyerah kepada perubahan zaman, melainkan mengajarkan kebijaksanaan dalam menghadapinya. Anak-anak kita memang lahir di zaman algoritma, kecerdasan buatan (AI), dan banjir informasi. Mereka harus memahami dunia yang akan mereka hadapi. Namun pemahaman terhadap zaman tidak boleh membuat mereka kehilangan kompas moral yang membimbing langkahnya. Karena itu, tugas orang tua dan guru bukan menjauhkan anak dari zamannya, melainkan memastikan bahwa mereka memasuki zamannya dengan bekal iman, adab, dan hikmah.

Atas dasar itulah, solusi atas kemerosotan moral bukanlah memusuhi teknologi. Menolak teknologi sama mustahilnya dengan menolak datangnya pagi. Dunia telah berubah dan akan terus berubah.

Yang harus dilakukan adalah memperkuat kembali benteng-benteng karakter yang mulai rapuh.

Keluarga harus kembali menjadi sekolah pertama yang sesungguhnya. Orang tua tidak cukup hanya menyediakan kebutuhan materi, tetapi juga harus menyediakan waktu, perhatian, dan keteladanan. Sekolah harus lebih dari sekadar tempat mengejar nilai akademik; ia harus menjadi ruang pembentukan akhlak. Pesantren dan majelis ilmu harus terus menanamkan nilai-nilai yang menjaga manusia tetap manusia di tengah derasnya arus digital.

Allah mengingatkan bahwa pendengaran, penglihatan, dan hati semuanya akan dimintai pertanggungjawaban. Ayat ini terasa begitu dekat dengan kehidupan modern. Sebab hampir setiap hari kita memilih apa yang kita lihat, apa yang kita dengar, dan apa yang kita biarkan menetap di dalam hati.

Mungkin karena itulah orang-orang tua Aceh dahulu begitu menekankan penghormatan kepada ayah, ibu, dan guru. Mereka memahami bahwa peradaban tidak dibangun oleh kecanggihan alat, melainkan oleh kualitas manusia. Teknologi boleh berubah dari masa ke masa, tetapi kebutuhan manusia terhadap teladan tidak pernah berubah.

Di tengah derasnya arus informasi dan semakin kuatnya pengaruh algoritma, falsafah itu terasa semakin relevan:

Poma dengon ayah, keu lhee dengon guree…

Sebab ketika penghormatan kepada orang tua mulai memudar, ketika kewibawaan guru mulai dipertanyakan, dan ketika nasihat keluarga kalah bersaing dengan suara layar, sesungguhnya yang sedang terancam bukan sekadar tradisi, melainkan fondasi karakter sebuah generasi.

Anak-anak kita boleh mengenal dunia melalui teknologi. Mereka boleh memanfaatkan kecerdasan buatan, menjelajahi samudra informasi, dan hidup di tengah peradaban digital yang terus berkembang. Namun mereka tetap harus belajar tentang adab dari ayah dan ibunya, tentang ilmu dari gurunya, dan tentang hikmah dari agamanya.

Sebab pada akhirnya, yang akan menyelamatkan peradaban bukanlah kecepatan informasi, melainkan kualitas karakter manusia yang menggunakannya.

You might also like

Diplomasi “Paru-Paru Dunia” di Tengah Kepungan Air Bah: Sebuah Paradoks Ambisi dan Realitas

Pinjaman Online, Rakyat Kecil, dan Solusi Keuangan Islam

Revolusi Pendidikan Hukum dari Buku ke Realitas: Sebuah Rasa Sebagai Pendidik

Jika rumah-rumah berhenti bercerita, jika guru-guru berhenti menjadi teladan, dan jika orang tua menyerahkan seluruh ruang pengasuhan kepada layar, maka suatu hari kita akan menyaksikan generasi yang sangat cerdas tetapi kehilangan arah; sangat terhubung tetapi kesepian; sangat kaya informasi tetapi miskin hikmah.

Dan ketika hari itu tiba, kita akan menyadari bahwa yang sedang mengalami krisis bukanlah teknologi, melainkan manusia yang lupa mendidik anak-anaknya sendiri.

*Penulis: Dosen Hukum Keluarga Islam (HKI) STISNU Aceh

Continue Reading
Tags: AlgoritmaArtifial IntelligentGadgetPendidikan anak

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
Previous Post

Kongres AS Kirim Sinyal Keras ke Moskow, Trump Hadapi Tantangan dari Partainya Sendiri

Next Post

Dilema Moratorium: Mengapa Pemerintah Daerah Tak Kunjung Berhenti Merekrut Tenaga Honorer?

Redaksi

Redaksi

Rumoh Data adalah platform yang menyajikan berita dan wawasan berbasis data dengan pendekatan kreatif dan transformatif.

Related Posts

Muhammad Haikal
Opini

Diplomasi “Paru-Paru Dunia” di Tengah Kepungan Air Bah: Sebuah Paradoks Ambisi dan Realitas

by Redaksi
December 2, 2025
0

Oleh: Muhammad Haykal, B.A., M.A* Di panggung internasional, Indonesia sedang menari dengan anggun. Bersama Brasil, kita tengah merajut sebuah aliansi strategis...

Masa Depan Investasi Hijau di Indonesia: Tantangan, Peluang, dan Strategi Transformasi Menuju Pembangunan Berkelanjutan
Islamic Finance

Pinjaman Online, Rakyat Kecil, dan Solusi Keuangan Islam

by Redaksi
September 10, 2025
0

Oleh: Muhammad Jais, S.E., M.Sc.IBF* Fenomena pinjaman online (pinjol) kian hari semakin menjadi sorotan publik. Di satu sisi, pinjol hadir...

Revolusi Pendidikan Hukum dari Buku ke Realitas: Sebuah Rasa Sebagai Pendidik

September 3, 2025
Masa Depan Investasi Hijau di Indonesia: Tantangan, Peluang, dan Strategi Transformasi Menuju Pembangunan Berkelanjutan

Dialektika Bank Syariah: Antara Kompromi Sistem dan Purifikasi Syariah

August 25, 2025

Dua Dekade Otonomi Khusus Aceh: Antara Harapan Kesejahteraan dan Tantangan Implementasi

August 22, 2025
Next Post
Dilema Moratorium: Mengapa Pemerintah Daerah Tak Kunjung Berhenti Merekrut Tenaga Honorer?

Dilema Moratorium: Mengapa Pemerintah Daerah Tak Kunjung Berhenti Merekrut Tenaga Honorer?

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Premium Content

Adira Finance Catat Laba Rp484 Miliar, Didorong Efisiensi dan Kualitas Aset

Adira Finance Catat Laba Rp484 Miliar, Didorong Efisiensi dan Kualitas Aset

May 3, 2026
Pemerintah Buka Skema PPPK Paruh Waktu: Peluang Baru bagi Honorer Aceh

Pemerintah Buka Skema PPPK Paruh Waktu: Peluang Baru bagi Honorer Aceh

June 22, 2025
Menkeu Purbaya Ungkap Dana Pemerintah “Ngendon” di Deposito hingga Rp 285,6 Triliun

Menkeu Purbaya Ungkap Dana Pemerintah “Ngendon” di Deposito hingga Rp 285,6 Triliun

October 17, 2025
ADVERTISEMENT
Media Data

Rumoh Data adalah platform yang menyajikan berita dan wawasan berbasis data dengan pendekatan kreatif dan transformatif.

Categories

  • Academy
  • Aceh
  • Analisis
  • Apps
  • Bisnis
  • Cerita Data
  • Data Otomotif
  • Editorial
  • Editorial Data
  • Ekonomi
  • Ekonomi Syari'ah
  • IHSG
  • Info Grafis
  • International
  • Investasi
  • Islamic Finance
  • Keuangan
  • Nasional
  • Opini
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Reviews
  • Technology
  • The Dialogue

Recent Posts

  • Dilema Moratorium: Mengapa Pemerintah Daerah Tak Kunjung Berhenti Merekrut Tenaga Honorer?
  • Disrupsi Pola Asuh: Bayang-Bayang Algoritma pada Tumbuh Kembang Anak
  • Kongres AS Kirim Sinyal Keras ke Moskow, Trump Hadapi Tantangan dari Partainya Sendiri

There was an error trying to submit your form. Please try again.

This field is required.

There was an error trying to submit your form. Please try again.

© 2026 Rumohdata

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Bisnis
  • Nasional
  • Ekonomi
  • International
  • Investasi
  • IHSG
  • Analisis
  • Academy
  • Opini
  • Login
  • Cart
Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?