Jakarta, rumohdata – PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk (Adira Finance) mencatatkan kinerja positif pada awal 2026 dengan membukukan laba bersih sebesar Rp484 miliar pada kuartal I-2026. Angka ini tumbuh 26% secara tahunan (year on year/yoy), mencerminkan perbaikan kinerja perusahaan di tengah dinamika industri pembiayaan.
Peningkatan laba tersebut ditopang oleh pertumbuhan pendapatan serta pengelolaan risiko yang lebih disiplin. Sepanjang tiga bulan pertama tahun ini, total pendapatan Adira Finance tercatat mencapai sekitar Rp3,2 triliun atau naik 7% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Di sisi lain, beban penyisihan nilai (provisioning) berhasil ditekan, turun sekitar 7% menjadi Rp635 miliar. Kondisi ini turut memperkuat profitabilitas perusahaan sekaligus mencerminkan kualitas aset yang semakin terjaga.
Chief Financial Officer Adira Finance, Sylvanus Gani, menyampaikan bahwa kinerja positif ini tidak lepas dari strategi pengelolaan risiko yang konsisten serta fokus perusahaan dalam menjaga kualitas portofolio pembiayaan. Meskipun terdapat kenaikan beban operasional, perusahaan masih mampu menjaga pertumbuhan secara sehat.
Dari sisi kualitas pembiayaan, rasio pembiayaan bermasalah (non-performing financing/NPF) bruto juga mengalami perbaikan menjadi sekitar 1,9% per Maret 2026, lebih rendah dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya di kisaran 2,3%. Hal ini menjadi indikator penting atas stabilitas bisnis perusahaan.
Selain itu, pertumbuhan bisnis juga tercermin dari penyaluran pembiayaan baru yang meningkat signifikan hingga 52% secara tahunan menjadi Rp11,9 triliun pada kuartal I-2026.
Ke depan, manajemen Adira Finance menegaskan akan terus menjaga momentum pertumbuhan melalui penguatan kerja sama dengan mitra bisnis dan pelanggan, serta meningkatkan efisiensi operasional. Strategi tersebut diharapkan mampu mempertahankan kinerja positif sekaligus memperkuat daya saing perusahaan di industri multifinance nasional.
























