Dunia, rumohdata – Harga minyak dunia dibuka melemah pada perdagangan awal pekan, Senin (4/5/2026), setelah pernyataan Presiden Amerika Serikat Donald Trump terkait rencana operasi di Selat Hormuz meredakan kekhawatiran pasar atas gangguan pasokan global.
Mengacu pada data perdagangan pagi, harga minyak mentah jenis Brent untuk kontrak Juli 2026 turun sebesar US$1,83 atau sekitar 1,69% menjadi US$106,34 per barel. Sementara itu, minyak mentah jenis West Texas Intermediate (WTI) juga mengalami penurunan US$1,72 atau 1,69% ke level US$100,22 per barel.
Penurunan harga ini dipicu oleh pernyataan Trump yang menyebut Amerika Serikat akan memulai upaya untuk membebaskan kapal-kapal yang terjebak di jalur strategis Selat Hormuz. Langkah tersebut dinilai sebagai sinyal potensi kelancaran kembali distribusi minyak global yang sebelumnya terganggu akibat konflik geopolitik di kawasan tersebut.
Dalam pernyataannya melalui platform Truth Social, Trump menggambarkan operasi tersebut sebagai langkah kemanusiaan yang bertujuan membantu negara-negara netral agar dapat kembali melintasi jalur perdagangan penting itu dengan aman. Namun, detail teknis operasi, termasuk keterlibatan militer AS, belum dijelaskan secara rinci.
Pasar minyak global selama beberapa pekan terakhir memang bergerak sangat fluktuatif akibat ketegangan di Timur Tengah, khususnya terkait konflik yang melibatkan Iran dan berdampak langsung pada akses Selat Hormuz-jalur vital bagi distribusi energi dunia. Sebelumnya, harga minyak sempat melonjak tajam bahkan menembus di atas US$120 per barel akibat kekhawatiran gangguan pasokan.
Namun, setiap sinyal meredanya risiko gangguan pasokan, termasuk rencana pembukaan jalur pelayaran, langsung direspons pasar dengan penurunan harga. Hal ini menunjukkan betapa sensitifnya harga minyak terhadap dinamika geopolitik, khususnya di kawasan penghasil energi utama dunia.
Dengan perkembangan terbaru ini, pelaku pasar kini mencermati lebih lanjut implementasi rencana AS di Selat Hormuz, yang berpotensi menjadi faktor penentu arah harga minyak dalam jangka pendek.





























