Bisnis, rumohdata-Harga emas batangan produksi PT Aneka Tambang Tbk (Antam) kembali melanjutkan tren penguatan pada perdagangan Kamis, 7 Mei 2026. Kenaikan harga emas ini memperlihatkan tingginya minat investor terhadap aset safe haven di tengah ketidakpastian ekonomi global dan fluktuasi pasar keuangan internasional.
Berdasarkan data resmi Logam Mulia, harga emas Antam ukuran 1 gram naik Rp17.000 menjadi Rp2.840.000 per gram. Kenaikan ini melanjutkan tren positif yang telah terjadi dalam beberapa hari terakhir setelah sebelumnya harga emas juga mengalami lonjakan signifikan.
Tidak hanya harga jual, nilai buyback atau harga pembelian kembali emas Antam juga ikut meningkat. Pada perdagangan hari ini, harga buyback tercatat naik Rp20.000 menjadi Rp2.645.000 per gram. Kenaikan simultan pada harga jual dan buyback menunjukkan permintaan pasar terhadap emas masih cukup tinggi.
Untuk pecahan lain, emas Antam ukuran 0,5 gram dibanderol Rp1.470.000, sedangkan ukuran 5 gram mencapai sekitar Rp14 jutaan. Adapun emas ukuran 10 gram dipasarkan di kisaran Rp27,9 juta dan ukuran 25 gram berada di atas Rp69 juta. Sementara emas batangan 1 kilogram kini menembus sekitar Rp2,78 miliar.
Kenaikan harga emas domestik terjadi seiring masih kuatnya harga emas dunia. Pelaku pasar global masih cenderung memilih instrumen investasi aman akibat ketidakpastian geopolitik, arah kebijakan suku bunga bank sentral Amerika Serikat, hingga kekhawatiran perlambatan ekonomi global. Situasi tersebut membuat permintaan terhadap logam mulia tetap tinggi dalam beberapa pekan terakhir.
Di sisi lain, pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS juga ikut mempengaruhi harga emas di pasar domestik. Ketika rupiah melemah, harga emas dalam negeri cenderung bergerak naik karena transaksi emas global menggunakan denominasi dolar AS.
Meski harga emas terus menanjak, sejumlah analis mengingatkan investor tetap memperhatikan volatilitas pasar. Pergerakan harga emas sangat dipengaruhi sentimen global, termasuk perkembangan konflik geopolitik dan arah kebijakan moneter The Fed dalam beberapa bulan mendatang.
Namun demikian, emas masih dianggap sebagai instrumen lindung nilai yang relatif aman dalam jangka panjang. Kondisi ini membuat minat masyarakat terhadap investasi emas diperkirakan tetap tinggi sepanjang ketidakpastian global belum mereda































