Banda Aceh — Wali Kota Illiza Saaduddin Djamal menginstruksikan seluruh dinas terkait di Kota Banda Aceh untuk menyelaraskan data kemiskinan. Hal ini dilakukan agar penyaluran bantuan pangan nasional benar-benar tepat sasaran dan sesuai data warga yang berhak.
“Jadi dinas sosial datanya harus sinkron dengan data kemiskinan kota. Mana penerima manfaat yang memang harus diutamakan, dari atas ke bawah harus sudah jelas mereka-mereka yang wajib,” ujar Illiza, Kamis (30 Oktober 2025).
Kota Banda Aceh menerima alokasi bantuan pangan periode Oktober hingga November 2025 dari Bulog, mencakup 9.996 keluarga penerima manfaat (PBP). Total bantuan yang disalurkan berupa 199.920 kg (≈199 ton) beras dan 39.984 liter minyak goreng.
Angka penerima kali ini sedikit menurun dibanding alokasi Juni-Juli 2025 yang mencapai 10.393 keluarga (207 ton beras). Namun, jumlah bantuan beras dan minyak justru bertambah.
Wali Kota menekankan bahwa keberhasilan program bantuan sangat bergantung pada kualitas data. Jika data tidak mutakhir atau tidak sinkron antar-dinas, maka risiko penerima yang tidak berhak mendapatkan bantuan ikut terbantu atau sebaliknya keberhasilan warga berhak terlewat menjadi nyata.
Selanjutnya, pemutakhiran data kemiskinan di setiap kecamatan dan gampong (desa) menjadi langkah awal yang krusial. Dinas Sosial dan unit operasional harus memastikan sistem “Sistem Informasi Bantuan Pangan” (SIBP) berjalan lancar sesuai petunjuk teknis nasional. Pemko Banda Aceh berharap program bantuan ini bukan sekadar distribusi, tetapi juga bagian dari strategi menekan inflasi dan menjaga stabilitas pasokan pangan.







































