Rumohdata.com — Anggota DPRK Aceh Utara, Amiruddin, mendesak agar PT Pupuk Iskandar Muda (PIM) dan mitranya menjadikan proses rekrutmen tenaga kerja lebih terbuka dan transparan. Hal ini termasuk pengungkapan kuota untuk pemuda lingkungan, data penerima, dan mekanisme seleksi.
Menurut Amiruddin, selama ini masyarakat hanya mendengar wacana “kuota tenaga lokal” tanpa mendapatkan data konkret siapa saja yang diterima, dari mana asalnya, dan bagaimana proses seleksinya. Ketidakjelasan ini berpotensi menimbulkan kecemburuansosial di sekitar area operasional perusahaan.
“Bukan hanya soal kuota untuk pemuda lingkungan, tapi keterbukaan penuh: berapa orang yang diterima, asal mereka dari mana, dan bagaimana mekanismenya. Itu penting untuk membangun kepercayaan publik,” ucap Amiruddin.
Amiruddin juga menganggap bahwa keterbukaan data rekrutmen merupakan bagian dari tanggung jawab sosial perusahaan (CSR). Jika proses rekrutmen berjalan adil dan transparan, masyarakat akan merasa dilibatkan dan kepercayaan terhadap perusahaan meningkat.
Sebagai perusahaan besar di Aceh Utara, PT PIM memiliki peranan strategis dalam memberikan manfaat ekonomi kepada warga sekitar, tidak hanya melalui bantuan sosial, tetapi juga kesempatan kerja bagi masyarakat lokal.
Dukungan Warga & Harapan
Ketua Karang Taruna Paloh Gadeng, IbnuHajar, menyampaikan bahwa desakan untuk transparansi ini sudah lama disuarakan oleh masyarakat sekitar kawasan industri. Ia berharap PT PIM menjadikan keterbukaan sebagai kebijakan permanen agar hubungan antara perusahaan dan warga tetap harmonis. (AJNN.net)
Menurutnya:
“Pemuda ingin tahu jelas berapa orang yang diterima, dari mana asalnya, dan bagaimana prosesnya. Jangan hanya disebut ada kuota, tapi datanya tidak dibuka.”
Ia menilai, transparansi bukan sekadar memenuhi tuntutan wacana, melainkan fondasi agar proses rekrutmen terasa adil dan profesional di mata publik.







































