BandaAceh – Forum Komunikasi Pimpinan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Swasta (FKP-PTKIS) Aceh telah mengukuhkan pengurus barunya. Dalam acara pengukuhan dan rapat kerja tersebut, Koordinator Kopertais Wilayah V Aceh, Prof. Dr. Mujiburrahman, M.Ag., berpesan agar pengurus yang baru dilantik dapat bekerja secara profesional.
Sorotan Terhadap Dukungan Nasional dan Kinerja Kemenag
Dalam sambutannya, Prof. Mujiburrahman menyoroti minimnya perhatian dan dukungan serius dari pemerintah pusat, khususnya Kementerian Agama, terhadap PTKIS. Menurut beliau, kebijakan nasional terkait PTKIS belum memiliki pola yang jelas dan tidak memberikan dukungan memadai.
“Jika alasannya efisiensi anggaran, ini tidak bisa diterima. Buktinya, pengurusan haji dan wakaf saja bisa dibentuk terpisah dari Kementerian Agama,” tegasnya.
Prof. Mujiburrahman juga berharap agar Perguruan Tinggi Swasta bisa mengikuti jejak Lembaga Pendidikan Tinggi (Ldikti) untuk memberikan dukungan lebih kepada PTKIS.
Harapan untuk Peningkatan Mutu dan Akreditasi
Lebih lanjut, Prof. Mujiburrahman menekankan pentingnya peningkatan kualitas layanan akademik dan akreditasi yang harus berjalan sesuai aturan yang tertera pada PMA. Beliau juga meminta kepada pengurus baru FKP-PTKIS dan Kopertais Wilayah V Aceh untuk menyusun buku profil setiap PTKIS di wilayah tersebut.
Selain itu, ia juga mengingatkan para ketua PTKIS agar memperhatikan aturan yang telah ditetapkan kementerian, termasuk urusan sertifikasi dosen (serdos) dan kenaikan pangkat. Hal ini dianggap krusial untuk mencegah masalah hukum di kemudian hari.
Dengan dikukuhkannya pengurus baru ini, diharapkan FKP-PTKIS Aceh dapat menjadi wadah yang lebih kuat dalam memajukan PTKIS di seluruh Aceh dan memperjuangkan hak-hak mereka di tingkat nasional.







































