Banda Aceh – Pasca-banjir bandang dan tanah longsor yang melumpuhkan sebagian wilayah Aceh, PT PLN (Persero) bergerak cepat memulihkan pasokan listrik melalui operasi kolaborasi skala besar. Upaya ini melibatkan sinergi lintas instansi bersama Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah, TNI, dan Polri untuk menembus akses lokasi yang masih terisolasi.
Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, menegaskan bahwa seluruh sumber daya perusahaan telah dikerahkan sesuai arahan Presiden untuk mempercepat pemulihan infrastruktur vital.
Mobilisasi Alat Berat Lewat Udara
Tantangan medan yang berat diatasi dengan dukungan penuh alutsista TNI. Sejumlah peralatan krusial, termasuk unit tower emergency, diterbangkan langsung dari Jakarta ke Banda Aceh menggunakan pesawat Hercules TNI AU.
“Kami harus menggunakan helikopter untuk membawa material ke lokasi. Ada helipad yang perlu dibuka, dan di sana pasukan dari TNI dan Kepolisian ikut membantu. Kekompakan ini menjadi kekuatan besar dalam percepatan pemulih1an,” ujar Darmawan, Senin (1/12).
Prioritas Logistik dan Energi
Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin menyoroti bahwa pemulihan listrik adalah kunci untuk mendukung distribusi logistik ke daerah terdampak. Pemerintah telah menambah armada helikopter untuk mempercepat evakuasi dan pengiriman bantuan pangan serta obat-obatan.
“Listrik harus segera hidup dalam waktu singkat. Kita akan tambah kekuatan helikopter. Evakuasi darat dan udara harus dipercepat,” tegas Sjafrie.
Senada dengan itu, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menyebut listrik sebagai kebutuhan krusial untuk menormalkan kehidupan masyarakat. Ia telah menugaskan tim khusus untuk mendampingi pemerintah daerah dalam merespons situasi darurat ini.
Solidaritas Kemanusiaan
Selain fokus pada perbaikan teknis jaringan listrik, kolaborasi ini juga mencakup aksi kemanusiaan. Posko darurat dan dapur umum telah didirikan dan dikelola bersama oleh PLN, TNI, dan Polri sebagai wujud solidaritas bagi warga Aceh yang terdampak bencana.







































