Jakarta — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat pada perdagangan Selasa pagi (21 Oktober 2025), menembus level 8.175,6 atau naik 1,07 persen dibandingkan penutupan sebelumnya. Sektor properti, keuangan, dan komoditas menjadi motor penggerak utama di awal pekan ini.
Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), penguatan IHSG didorong oleh optimisme investor terhadap kinerja korporasi kuartal ketiga 2025 yang mulai dirilis. Aksi beli selektif tampak pada saham-saham unggulan berkapitalisasi besar (blue chip).
Saham Pendorong Penguatan IHSG
Tiga saham utama dalam indeks LQ45 mencatat kenaikan signifikan di awal sesi perdagangan, yaitu:
- PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) naik 4,44 persen, menjadi salah satu pendorong terbesar IHSG.
- PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) naik 4,39 persen, seiring penguatan harga logam global.
- PT Adaro Minerals Indonesia Tbk (ADMR) naik 3,17 persen, mengikuti tren positif di sektor pertambangan.
Sementara itu, beberapa saham teknologi dan ritel mengalami tekanan jual moderat, menandakan adanya rotasi sektor menuju saham-saham dengan kinerja fundamental lebih stabil.
Sentimen Positif Pasar
Penguatan IHSG pagi ini juga dipengaruhi oleh beberapa faktor eksternal, seperti pergerakan positif bursa regional Asia dan optimisme terhadap kebijakan moneter global yang mulai longgar. Investor menilai prospek ekonomi Indonesia tetap kuat di tengah ketidakpastian global.
Analis memperkirakan IHSG berpeluang melanjutkan penguatan dalam jangka pendek, selama masih mampu bertahan di atas level support 8.100. Resistance terdekat diproyeksikan di rentang 8.200–8.250.
“Sentimen domestik cukup solid, ditambah aliran dana asing mulai kembali masuk ke saham-saham perbankan dan komoditas,” ujar seorang analis pasar modal di Jakarta, Senin (21/10).
Rekomendasi Strategi
Investor disarankan tetap selektif dalam memilih saham, dengan fokus pada:
- Emiten berkapitalisasi besar yang memiliki kinerja keuangan positif.
- Saham komoditas seperti tambang dan energi, yang berpotensi mendapat dorongan dari harga global.
- Saham defensif di sektor keuangan dan konsumer, untuk menjaga kestabilan portofolio.
- IHSG Tembus 8.175, Saham BBCA dan MDKA Pimpin Penguatan LQ45
- IHSG Rebound di Awal Pekan, Saham Blue Chip Jadi Penopang Utama
- Bursa Saham RI Menguat, BBCA dan ADMR Catat Kenaikan Signifikan








































