JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup perdagangan sesi pertama hari ini, Kamis (18/12/2025), dengan kenaikan tipis. Indeks terpantau menguat 0,01% ke level 8.678, bertahan di zona hijau di tengah tekanan yang melanda mayoritas bursa saham regional Asia.
Big Banks Pimpin Reli Meski kenaikan indeks tergolong marginal, sektor perbankan berkapitalisasi besar (Big Banks) menunjukkan performa solid yang menjadi penopang utama IHSG. Saham-saham perbankan jumbo kompak menghijau, dipimpin oleh PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) dan PT Bank Central Asia Tbk (BBCA).
Berikut rincian pergerakan saham bank raksasa di Sesi I:
- BMRI: Naik +2,49% ke Rp 5.150
- BBCA: Naik +2,49% ke Rp 8.225
- BBRI: Naik +1,87% ke Rp 3.820
- BBNI: Naik +1,14% ke Rp 4.420
Kenaikan ini mengindikasikan bahwa window dressing akhir tahun mungkin mulai terkonsentrasi pada saham-saham blue chip perbankan yang memiliki fundamental kuat.
Statistik Perdagangan; Nilai transaksi pada sesi pertama tercatat cukup ramai mencapai Rp 10,33 triliun dengan volume 19,73 miliar saham. Namun, sentimen pasar secara keseluruhan masih bervariasi (mixed), terlihat dari jumlah saham yang melemah (385 saham) lebih banyak dibandingkan yang menguat (306 saham).
Sektor consumer cyclicals menjadi pemberat utama dengan koreksi sebesar 2,16%, diseret oleh kejatuhan saham PT MD Entertainment Tbk (FILM) yang ambles 9,8% dan PT Multipolar Technology Tbk (MLPT) yang turun 4,04%.
Kontras dengan Regional; Ketangguhan IHSG siang ini cukup kontras dengan bursa Asia lainnya. Indeks Nikkei (Jepang) tergelincir 0,86%, Hang Seng (Hong Kong) turun 0,20%, dan Straits Times (Singapura) melemah 0,23%. Hanya Shanghai Composite yang menemani IHSG di zona hijau dengan kenaikan 0,38%.






































