Jakarta – Potensi zakat Indonesia yang mencapai Rp327 triliun membutuhkan landasan keilmuan yang kokoh agar dapat dikelola secara optimal. Menjawab tantangan tersebut, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI mengambil langkah strategis dengan menggandeng sejumlah perguruan tinggi untuk meneliti warisan intelektual ulama Nusantara.
Program terbaru ini berfokus pada riset dan tahqiq (verifikasi/penyuntingan naskah) terhadap kitab monumental bertajuk “Al-Zakat wa al-Nuzhum al-Ijtima’iyyat al-Mu’ashirah” (Zakat dan Sistem Sosial Masyarakat Modern). Kitab setebal 6.000 halaman ini merupakan disertasi doktoral Syekh Dr. Nawawi Yahya Abdul Razak Majene, seorang ulama asal Sulawesi Barat yang menempuh pendidikan di Universitas Al-Azhar, Mesir.
Karya Monumental yang Sempat Terpendam
Ditulis pada tahun 1980 dan telah disahkan oleh Universitas Al-Azhar, karya Syekh Nawawi Majene ini sempat belum terpublikasi secara luas karena wafatnya sang penulis pada tahun 1984.
BAZNAS menilai karya ini sebagai analisis fikih zakat paling komprehensif yang pernah lahir dari tangan ulama Indonesia. Kitab ini tidak hanya membahas aspek ritual, tetapi juga merinci isu-isu kontemporer seperti:
- Zakat profesi dan perusahaan.
- Zakat pertanian modern.
- Legitimasi fikih terhadap ekonomi digital dan aset non-riil.
Relevansi dengan Tata Kelola Modern
Pemikiran Syekh Nawawi Majene dinilai sejalan dengan pandangan ulama kontemporer dunia seperti Yusuf al-Qaradawi. Beliau menekankan zakat sebagai instrumen pemerataan ekonomi dan keadilan sosial, bukan sekadar kewajiban ritual semata.
“Pendalaman kembali terhadap manuskrip tersebut bukan hanya tugas ilmiah, melainkan investasi strategis untuk masa depan tata kelola zakat Indonesia,” ujar perwakilan tim Kontan dalam siaran persnya, Rabu (26/11).
Rekonstruksi kitab ini menggunakan pendekatan maqashid al-syari’ah (tujuan syariat) yang menjamin fleksibilitas hukum tanpa meninggalkan akar tradisi. Hal ini sejalan dengan prinsip tata kelola BAZNAS: “Aman Syar’i, Aman Regulasi, dan NKRI”.
Agenda Strategis BAZNAS
Program bertajuk “Jejak Ulama: Merawat Ilmu dalam Manuskrip” ini melibatkan kolaborasi dengan Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Yogyakarta, Pascasarjana UIN Sunan Kalijaga, dan Pascasarjana UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.
Selain riset, program ini mencakup penerjemahan kitab ke dalam Bahasa Indonesia dan Inggris, digitalisasi manuskrip, serta integrasi temuan fikih ke dalam kebijakan operasional zakat nasional.
Langkah ini diharapkan dapat menjadikan Indonesia sebagai pusat rujukan ilmu zakat dunia, menghubungkan kearifan lokal ulama Nusantara dengan kebutuhan pembangunan ekonomi umat di era modern.








































