Banda Aceh — Dinas Pendidikan Aceh (Disdik) mengakui terdapat kendala serius dalam pemerataan tenaga pengajar kompeten di Provinsi Aceh. Kekurangan guru yang profesional dan penempatan yang belum merata antara wilayah perkotaan dan terpencil menjadi penghambat utama peningkatan mutu dan akses pendidikan.
“Kondisi guru secara jumlah sudah mendekati ideal, tetapi pemerataan dan kompetensi masih menjadi kendala utama,” ujar Asisten I Setda Aceh, M. Jafar.
Beberapa kabupaten di Aceh masih kekurangan guru SMK dan guru produktif yang menguasai mata pelajaran kejuruan, sehingga lulusan SMK dinilai belum siap bersaing di dunia kerja.
Terdapat ketidakmerataan penempatan guru—sekolah di daerah terpencil sulit mendapatkan guru yang kompeten, sedangkan wilayah perkotaan memiliki guru lebih banyak dibanding kebutuhan.
Inisiatif pelatihan dan peningkatan kompetensi guru telah dilakukan oleh Disdik Aceh, namun hasilnya masih butuh waktu untuk berdampak signifikan.
Ketidakseimbangan jumlah dan kompetensi guru berdampak langsung pada kualitas proses pembelajaran, terutama di sekolah di daerah jauh atau terpencil. Murid di wilayah tersebut berisiko mendapatkan pendidikan dengan standar lebih rendah dibanding rekan mereka di kota besar.
Disdik Aceh menyebut akan melakukan evaluasi penempatan guru berdasarkan wilayah dan keahlian, serta memprioritaskan pengangkatan guru melalui skema PPPK dan rekrutmen khusus untuk bidang yang sangat kekurangan.







































