JAKARTA – Pergerakan senyap namun masif terjadi pada saham PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM). Di tengah fluktuasi pasar, investor institusi asing kelas kakap (Big Money) dilaporkan mulai melakukan akumulasi besar-besaran terhadap emiten telekomunikasi pelat merah ini.
Data pasar terbaru mengungkapkan bahwa raksasa investasi global seperti JP Morgan dan Invesco tercatat rajin memborong saham TLKM. Tidak tanggung-tanggung, volume akumulasi yang dilakukan mencapai ratusan juta lembar saham dalam beberapa waktu terakhir.
Mengapa Asing Masuk? Aksi beli bersih (Net Buy) oleh asing ini menjadi indikator penting bagi para pelaku pasar. Ada beberapa faktor fundamental yang kemungkinan memicu aksi “serok bawah” ini:
- Valuasi Terdiskon: Harga saham TLKM saat ini dinilai sudah cukup terdiskon (undervalued) dibandingkan performa historisnya, menawarkan entry point yang menarik bagi investor jangka panjang.
- Dividen Yield Menarik: Sebagai BUMN dengan track record pembagian dividen rutin, TLKM tetap menjadi primadona bagi manajer investasi global yang mencari imbal hasil stabil.
- Potensi Transformasi B2B: Strategi Telkom yang kini fokus pada segmen Business-to-Business (B2B) melalui anak usahanya dinilai mulai menunjukkan prospek cerah.
Peta Kekuatan Pasar Masuknya JP Morgan dan Invesco seringkali dianggap sebagai sinyal awal (early signal) pembalikan arah tren. Institusi sebesar ini biasanya melakukan riset mendalam sebelum menggelontorkan dana triliunan rupiah. Bagi investor ritel, ini bisa menjadi momentum untuk mulai mencermati (watch) pergerakan teknikal TLKM apakah mampu menembus resisten kuncinya.
Meski demikian, investor tetap disarankan untuk tidak FOMO (Fear Of Missing Out) dan memperhatikan level support serta kondisi makroekonomi global yang masih dinamis.








































