Jakarta – Bursa saham Amerika Serikat (AS) atau Wall Street sukses menutup perdagangan akhir pekan, Jumat (21/11), di zona hijau. Lonjakan ini dipicu oleh sentimen positif pasar setelah Presiden Federal Reserve New York, John Williams, memberikan sinyal kuat terkait potensi penurunan suku bunga dalam waktu dekat.
Indeks utama Wall Street kompak menguat signifikan. Dow Jones Industrial Average melonjak 493,15 poin atau sekitar 1,08% ke level 46.245,41. Sementara itu, S&P 500 naik 0,98% menjadi 6.602,99, dan Nasdaq Composite tumbuh 0,88% ke posisi 22.273,08.
Pergeseran Kebijakan The Fed
Optimisme pasar tumbuh setelah John Williams, dalam pidatonya di Santiago, Chile, mengindikasikan bahwa bank sentral AS mulai menggeser kebijakan moneternya ke arah yang lebih netral. Langkah ini dinilai sebagai upaya menjaga keseimbangan antara stabilitas harga dan keberlanjutan pertumbuhan ekonomi.
Pernyataan tersebut langsung direspons positif oleh pelaku pasar yang berharap pelonggaran kebijakan moneter agresif segera berakhir. Harapan ini turut mendongkrak spekulasi mengenai pemotongan suku bunga acuan.
Berdasarkan data CME FedWatch Tool, probabilitas pemangkasan suku bunga sebesar seperempat poin kini melonjak melampaui 70%, naik drastis dari prediksi sebelumnya yang berada di bawah 40%.
Saham Konsumer Pimpin Reli
Sinyal pelonggaran ini berdampak langsung pada saham-saham yang sensitif terhadap suku bunga. Emiten besar seperti Home Depot, Starbucks, dan McDonald’s memimpin reli kenaikan, didorong oleh ekspektasi bahwa biaya pinjaman yang lebih rendah akan memulihkan daya beli konsumen.
Jay Hatfield, pendiri sekaligus CEO Infrastructure Capital Advisors, menilai langkah The Fed untuk memangkas suku bunga hampir pasti terjadi. Namun, ia memberikan catatan bahwa keputusan final masih akan sangat bergantung pada data laporan tenaga kerja mendatang.
“Laporan tenaga kerja harus cukup lemah untuk benar-benar meyakinkan The Fed agar segera memotong suku bunga,” ujar Hatfield.
Evaluasi Mingguan: Masih Tertekan
Meskipun terjadi rebound pada hari Jumat, kinerja Wall Street secara mingguan masih mencatatkan rapor merah. Sepanjang pekan lalu, S&P 500 dan Dow Jones masing-masing terkoreksi sekitar 2%, sementara Nasdaq mencatat penurunan lebih dalam sebesar 2,7%.
Penurunan mingguan ini sebagian dipicu oleh kekhawatiran sebelumnya bahwa The Fed akan menahan suku bunga pada pertemuan Desember, serta aksi ambil untung (profit taking) yang sempat membuat saham teknologi favorit seperti Nvidia tergelincir lebih dari 3%.
Koreksi juga merembet ke pasar kripto, di mana Bitcoin tercatat turun lebih dari 2% pada perdagangan Jumat dan mengakumulasi kejatuhan hampir 11% selama sepekan, menyentuh level terendah sejak April.







































