Jakarta — Model mobil listrik BYD Atto 1 mencetak rekor sebagai salah satu kendaraan listrik terlaris di Indonesia dan memicu kenaikan harga resmi. Pabrikan BYD Motor Indonesia menetapkan kenaikan harga untuk tipe paling dasar – Dynamic – sebesar sekitar Rp 4 juta, dari sebelumnya Rp 195 juta menjadi Rp 199 juta mulai 21 November 2025.
Keberhasilan Atto 1 juga tercermin dari pencapaian angka distribusi awal: model ini berhasil menyalip penjualan seluruh mobil LCGC (Low Cost Green Car) Indonesia dalam bulan Oktober 2025 dengan wholesales sebanyak 9.396 unit.
Pabrikan menyebut dua faktor utama kenaikan harga: tingginya permintaan konsumen dan fluktuasi nilai tukar, yang membuat impor unit menjadi lebih mahal. “Kenaikan harga pada tipe terendah karena kita masih berbasis impor dan perlu mempertimbangkan kurs serta ekspektasi konsumen,” ujar Head of Public & Government Relations BYD Indonesia, Luther T. Panjaitan.
Dari sisi pasar, fenomena ini menunjukkan bahwa segmen mobil listrik entry-level mulai menjadi pilihan utama konsumen Indonesia — bukan hanya karena teknologi ramah lingkungan, tetapi juga faktor biaya operasional yang lebih rendah dan fitur modern yang ditawarkan Atto 1.
Tren yang semakin menguat di kancah pasar otomotif Indonesia ditunjukkan oleh penjualan mobil listrik entry-level BYD Atto 1 yang melonjak tinggi. Tak hanya berbekal predikat ramah lingkungan—grasak-grusuk mobil listrik dapat meredam emisi gas rumah kaca yang meningkat drastis setiap harinya di negeri ini—faktor biaya operasional yang lebih rendah semakin memperteguh keunggulan BYD Atto 1.
Bayangkan saja, bila seorang pemilik mobil bensin harus merogoh kocek dalam-dalam untuk biaya isi ulang bahan bakar dan perawatan mesin, konsumen Atto 1 dapat bernapas lega sebab biaya pengisian ulang baterai hanya perlu sekitar sepertiga dari harga literan bensin. Tidak hanya itu, fitur modern menambah kekuatan magnet yang ditawarkan Atto 1. Sebisanya touch-screen multimedia dan kemampuan konektivitas yang luas menjadi awak mobil pintar yang memanjakan pengguna, serta dapat memaksimalisasi efisiensi dan kenyamanan berkendara. Maka jangan heran jika BYD Atto 1 menjelma sebagai primadona pasar otomotif Indonesia, dan tidak mengherankan jika harga jagoan ini bakal merangkak naik pada November 2025. Tentu saja, perlu diperhatikan bahwa informasi dan contoh tambahan mungkin bisa memperkuat pesan ini, selama tetap relevan dengan topik dan argumen utama.








































