Jakarta-Microsoft mengumumkan rencana investasi sebesar US$ 15,2 miliar (sekitar Rp 235 triliun, asumsi kurs ~15.500 Rp/US$) di Uni Emirat Arab (UEA) untuk periode 2023 hingga 2029. Investasi ini akan difokuskan pada ekspansi pusat data, infrastruktur komputasi awan (cloud), dan pengembangan kecerdasan buatan (AI) di wilayah Teluk.
Microsoft menyatakan bahwa investasi ini bukan sekadar bisnis, namun juga kontribusi terhadap ekonomi lokal UEA: “This is not money raised in the UAE. It’s money we’re spending in the UAE.” ujar Vice Chair & President Microsoft Brad Smith. Seperti dikutip dari The Official Microsoft Blog.
Sekitar dua-pertiga dari total investasi akan diarahkan ke pembangunan pusat data dan cloud AI, sementara sisanya untuk operasional lokal dan pengembangan talenta teknologi, paparan Arabian Business.
Microsoft juga memperoleh izin ekspor dari pemerintah AS untuk memasok chip-GPU canggih ke UEA, termasuk seri A100, H100, dan H200 dari NVIDIA yang memungkinkan pusat data AI berjalan maksimal.
Langkah ini dipercaya memperkuat posisi UEA sebagai pusat AI global di Timur Tengah dan Asia-Afrika, sejalan dengan visi mereka untuk menjadi ekonomi berbasis pengetahuan dan teknologi.
Bagi Microsoft, ini adalah ekspansi strategis yang memungkinkan mereka memperkuat infrastruktur komputasi dan layanan AI di luar AS dan Eropa, serta melayani klien global dari wilayah tersebut.
Bagi Indonesia dan kawasan Asia Tenggara, investasi ini bisa menjadi sinyal bahwa arus teknologi, tenaga kerja, dan solusi AI akan semakin mendunia — artinya peluang kerja, kolaborasi riset, dan integrasi teknologi menjadi semakin terbuka.








































