Jakarta — Bursa saham Amerika Serikat (AS) mengakhiri perdagangan Jumat (31 Oktober 2025) dengan penguatan moderat, setelah Amazon melaporkan kenaikan laba dan proyeksi penjualan yang melampaui ekspektasi pasar. Namun, meski sentimen positif ada, pasar tetap berhati-hati karena kekhawatiran bahwa Federal Reserve (The Fed) tak segera memangkas suku bunga.
Indeks utama mengalami kenaikan sebagai berikut:
- Dow Jones Industrial Average naik 40,75 poin atau 0,09 % ke 47.562,87.
- S&P 500 naik 17,86 poin atau 0,26 % ke 6.840,20.
- Nasdaq Composite naik 143,81 poin atau 0,61 % ke 23.724,96.
Kenaikan pasar ini didorong oleh kinerja kuat Amazon, yang sahamnya melonjak sekitar 9,6 % setelah proyeksi kuartal keempat yang optimistis dan hasil kuartal III yang melebihi estimasi analis.
Meski kabar positif ada, pasar tetap menahan euforia karena sinyal bahwa The Fed belum siap memangkas suku bunga. Contohnya, probabilitas pemangkasan suku bunga pada Desember turun dari 72,8 % menjadi sekitar 65 %.
“Pola hari ini mirip dengan kemarin: laba lebih baik dari perkiraan, tetapi diimbangi dengan komentar hawkish dari The Fed,” ujar analis James Ragan.
Penguatan ini menunjukkan bahwa pasar saham AS masih bisa mendapat dorongan dari korporasi besar dan teknologi.
Namun investor penting untuk tetap berhati-hati karena keputusan The Fed dapat memicu volatilitas pasar.
Sebagai strategi, investor bisa mempertimbangkan saham teknologi unggulan dan memantau bank sentral secara cermat sebelum mengambil posisi besar.








































