Rumohdata.com | Jakarta-Sejumlah indikator makro menunjukkan bahwa ekonomi Indonesia mulai bergerak ke arah yang lebih solid meski tekanan global masih terasa. Data terbaru dari Bank Indonesia dan Kementerian Koordinator Perekonomian mengindikasikan tren positif pada konsumsi, investasi, hingga sektor manufaktur. Ada lima indikator penguat, yaitu;
Pertama, Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) pada September 2025 tercatat di angka 115, menandakan optimisme masyarakat terhadap kondisi ekonomi masih terjaga.
Kedua, Indeks Penjualan Riil (IPR) tumbuh 5,8 %, menunjukkan konsumsi rumah tangga mulai menggeliat setelah sempat melemah di pertengahan tahun.
Ketiga, Purchasing Managers Index (PMI) Indonesia berada di level 50,4, yang berarti sektor manufaktur tetap berada dalam fase ekspansi.
Keempat, realisasi investasi hingga triwulan III 2025 menembus Rp 1.434,3 triliun, atau sekitar 75 % dari target tahunan yang ditetapkan sebesar Rp 1.905,6 triliun.
Dan kelima, Mandiri Spending Index—yang menggambarkan belanja masyarakat—menunjukkan peningkatan menjadi 290,5, naik 2,9 % dibanding minggu sebelumnya.
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut bahwa capaian tersebut menjadi bukti bahwa kebijakan pemerintah menjaga daya beli dan mendorong investasi mulai membuahkan hasil.
“Fondasi ekonomi kita cukup kuat. Konsumsi masyarakat pulih, industri mulai tumbuh, dan iklim investasi tetap positif,” ujarnya di Jakarta.
Meski begitu, sejumlah tantangan global masih perlu diwaspadai, terutama potensi perlambatan ekspor akibat kebijakan proteksionis di beberapa negara mitra dagang utama.
Selain itu, pemerataan pertumbuhan ekonomi juga menjadi sorotan, karena beberapa daerah tertinggal masih belum merasakan dampak pemulihan yang signifikan.
Berdasarkan proyeksi pemerintah, pertumbuhan ekonomi nasional tahun 2025 diperkirakan berada di kisaran 4,6 %–5,4 %. Pemerintah berharap momentum konsumsi domestik dan investasi dapat menjaga ekonomi tetap stabil hingga akhir tahun.







































