Rumohdata.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil menutup perdagangan akhir pekan dengan penguatan solid. Pada Jumat (3/10/2025), IHSG menguat 0,59% atau naik sekitar 47 poin ke level 8.118.
Kenaikan ini menandai rebound lanjutan setelah IHSG sempat bergerak fluktuatif pada awal pekan. Sentimen positif baik dari dalam negeri maupun global turut menopang optimisme investor.
Bursa Asia Ikut Mendukung
Sejalan dengan pergerakan IHSG, sebagian besar bursa Asia juga mencatatkan penguatan. Investor tampak merespons positif kabar terkait perbaikan ekonomi Tiongkok serta ekspektasi bahwa The Fed akan menahan suku bunga dalam waktu dekat.
Meski masih ada risiko ketidakpastian dari pasar global, arus modal asing terlihat kembali masuk ke saham-saham unggulan. Hal ini membantu menjaga stabilitas pergerakan indeks hingga sesi penutupan.
JSMR, MEDC, dan GOTO Jadi Motor Kenaikan
Dari 45 saham yang masuk dalam indeks LQ45, beberapa emiten tampil sebagai top gainers dan menjadi motor utama penguatan IHSG hari ini.
- Jasa Marga (JSMR) menguat berkat optimisme di sektor infrastruktur, seiring kelanjutan pembangunan jalan tol dan proyek strategis nasional. Investor melihat prospek pendapatan yang lebih stabil bagi JSMR di tengah meningkatnya mobilitas masyarakat.
- Medco Energi (MEDC) melonjak seiring sentimen positif dari sektor energi. Harga minyak dunia yang bertahan tinggi memberikan dorongan bagi kinerja emiten migas dan energi terbarukan.
- GoTo Gojek Tokopedia (GOTO) mencuri perhatian dengan kenaikan signifikan, ditopang oleh optimisme pasar terhadap strategi efisiensi dan potensi pertumbuhan bisnis digital di Indonesia.
Kombinasi tiga sektor berbeda – infrastruktur, energi, dan teknologi – menunjukkan bahwa investor saat ini lebih selektif, namun tetap mencari peluang di saham-saham dengan fundamental yang dianggap kuat.
Level Teknis IHSG
Secara teknikal, IHSG kini berada di area penting. Analis memprediksi:
- Resistance terdekat: kisaran 8.200 – 8.250
- Support kuat: di level 7.900 – 8.000
Apabila IHSG mampu menembus resistance dan bertahan di atasnya, peluang untuk melanjutkan tren positif terbuka lebar. Namun, jika tekanan jual muncul kembali, indeks berisiko terkoreksi ke bawah support.
Faktor Domestik dan Global
Beberapa faktor utama yang memengaruhi pergerakan IHSG hari ini:
- Stabilitas makroekonomi Indonesia, dengan inflasi yang terkendali dan nilai tukar rupiah relatif stabil.
- Sentimen global terkait arah kebijakan moneter bank sentral AS (The Fed) yang cenderung dovish.
- Kinerja emiten menjelang rilis laporan keuangan kuartal ketiga, di mana sektor perbankan, energi, dan konsumer diperkirakan tetap solid.
Strategi untuk Investor
Meski IHSG ditutup menguat, para analis menekankan bahwa volatilitas masih tinggi. Berikut strategi yang dapat dipertimbangkan:
- Buy on weakness untuk saham-saham berfundamental kuat, khususnya di sektor perbankan, energi, dan infrastruktur.
- Profit taking bertahap pada saham yang sudah naik cukup tinggi untuk mengamankan keuntungan.
- Diversifikasi portofolio guna mengantisipasi risiko dari gejolak global.
IHSG menutup perdagangan Jumat (3/10) dengan penguatan 0,59% ke level 8.118. Penguatan ini didorong oleh arus modal asing dan performa impresif beberapa saham unggulan, terutama JSMR, MEDC, dan GOTO yang menjadi top gainers LQ45.
Meski tren jangka pendek terlihat positif, investor tetap disarankan berhati-hati. Pasar masih dipengaruhi dinamika global dan faktor teknikal. Namun, jika momentum ini terjaga, IHSG berpeluang menguji level psikologis berikutnya di atas 8.200.








































